MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Image Slider

Tampilkan postingan dengan label Eczema Zaynab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Eczema Zaynab. Tampilkan semua postingan

Berteman Dengan Eczema

Senin, 22 Juli 2019
Halo semua. Setelah sekian lama ga nulis, semoga apa yang saya tulis sekarang kelar dan published ya 😅

Semenjak Zaynab terkena eczema, saya memang tidak memaksakan diri memenuhi target menulis di blog yang tadinya satu kali kali dalam satu minggu. Seminggu berlalu, dua minggu dan akhirnya dua bulan. 😅 Tak terasa kebiasaan menulis memudar dan dan masuklah saya dalam zona nyaman yang berkepanjangan. Nyaman kagak ngeblog 🙈.

Sekarang? Alhamdulillah perlahan saya mulai mengerti bagaimana eczema itu dan cara mengontrolnya. Jadilah saya pengen aktif nulis lagi di blog. Kangen kaaaaaan akutu 🤗🤗🤗

Baca Juga: Alergi dan Eczema

Eczema atau Dermatitis?
Sesungguhnya ku tak tak ingin membahas istilah. Selain lelah bolak balik nge-googling. Ku juga takut salah paham dan jadi sok tau. Tapi eh tapi, ga papalah ya tak tulis saja disini. Kalo-kalo misal ada yang keliru kan bisa dikoreksi sama kamu😁.

Eczema atau dermatitis merupakan dua istilah untuk sebuah kondisi serupa. Namun ternyata, ada perbedaan dalam dua istilah ini.


Eczema sendiri, merupakan istilah yang digunakan untuk sebuah kondisi kulit yang mengalami peradangan. Sedangkan dermatitis , istilah umum yang digunakan untuk seseorang yang memiliki gejala gangguan kulit seperti merah-merah, gatal, kering dan lain-lain yang salah satunya adalah eczema.

Tapi, kayanya ini mah ya. Eczema ataupun dermatitis merupakan dua istilah untuk kondisi serupa. Kalo kata saya sih, eczema itu istilah terkenalnya, dermatitis itu istilah medisnya. Yang intinya si dua istilah ini kerap digunakan untuk sebuah kondisi kulit yang tidak wajar dan bersifat genetis atau turun temurun.

Istilah Lainnya
Saya kurang paham memang kenapa ada berbagai macam istilah yang digunakan untuk sebuah kondisi kulit meradang ini. Selain eczema dan dermatitis, penggunaan istilah eksim atopik juga kerap ditemukan atau dermatitis atopik. Nah eksim atau dermatitis atopik inilah yang disebut sebagai istilah lain dari eczema.

Nah dikalangan masyarakat awam, selain istilah eksim, kondisi kulit dengan gangguan berupa rasa gatal, kering, merah-merah, mengeras, bintik-bintik terkadang muncul dengan istilah amis darah atau manis darah. Saya pribadi sih ga tau apakah istilah tersebut sama atau tidak. Yang pasti istilah dermatitis memang digunakan untuk menggambarkan sebuah gangguan kulit. Jenisnya atopik atau tidak, perlu diagnosa lebih lanjut. Sedangkan amis darah, kalo kulit kita gampang borokan.

Yaaaa kalo udah eczema ya bakal borokan 🙈. Jadi sama apa tidak?

Appointment 25 April masih ke dokter anak

Kondisi bulan Mei memburuk lagi pasca 25 April
Akhirnya minta rujukan ke deematologis

Cing lah pokona mah kitu. Intinya, kalo denger istilah-istilah di atas, berarti kamu harus siap-siap sama 5 hal berikut.

5 Hal yang Perlu Diketahui tentang Eczema
Dari secuil ilmu dan pengalaman yang saya peroleh dari berbagai macam sumber, saya pun berniat untuk menuliskan treatment eczema Zaynab. Mana tau ada yang bisa diadopsi atau diadaptasi.

Namun sebelum saya menuliskan tentang treatment eczemanya Zaynab, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan jika anak didiagnosis dermatitis atopik atau eczema.

1. Kenali Eczemamu
Apa itu eczema. Siapa yang bisa terkena eczema. Apakah eczema sama dengan alergi. Dan lain sebagainya. Observasi dan pelajari terus menerus hingga menemukan klik terhadap eczema yang diderita (untuk kasus saya, diderita anak saya).

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, saya pada mulanya menyerahkan sepenuhnya penanganan eczema kepada ahlinya (dokter). Saya berfikir bahwa dokter lebih paham tentunya. Namun ternyata, karena Zaynab tidak langsung dirujuk ke dermatologis. Jadilah Zaynab setiap kali berobat diresepkan obat baru sesuai mazhab dokter jaga saat itu. Maklum, disini kami tidak punya dokter keluarga. Jadi dokternya beda-beda terus 😁.

21 Mei, nyaris satu bulan dari appointment sebelumnya
Ke dermatologis baru tanggal 10 Juni

Dengan mengenali eczema kita, menjalani
apa yang dokter nasehatkan dan obat yang diresepkan cukup membantu mengurangi kebingungan saat eczema tak kunjung mereda padahal kita merasa sudah melakukan semua yang dikatakan dokter dan menggunakan obat yang diresepkan dokter.

Baca Juga: Eczema Pada Bayi Usia 2-6 Bulan

Berhubung eczema berbeda dari penyakit lainnya yang memiliki pemicu yang jelas. Jadi eczema tidak serta merta hilang atau sembuh seperti halnya sakit demam, flu atau penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Sehingga jika kita tidak memahami apa itu eczema, maka kita bisa dengan mudahnya berpindah dari satu dokter ke dokter lain atau dari satu obat ke obat lainnya karena panik kok kulitnya ga sembuh-sembuh (pengalaman pribadi ini mah hehehe).

Kondisi paling baik ya begini
Merah terang tanpa cairan

Ya meskipun pada perjalanannya memang eczema itu bikin kita melakukan trial and error sampe akhirnya  nemu yang pas. Baik itu dokter yang cocok atau obat yang adem di hati. Harapannya trial and error bisa diminimalisir dengan kita benar-benar mengenal eczema yang diderita.

2. Tingkatan dan Jenis Eczema
Eczema pada setiap orang itu berbeda-beda. Ada 3 tingkatan jika mau dibagi berdasarkan tingkat keparahannya.
- eczema ringan (mild)
- eczema sedang (accute)
- eczema berat (chronic)

Selain itu, setiap orang  bisa  jadi  memiliki jenis eczema yang berbeda. Yang mana setiap jenisnya memiliki ciri fisik yang berbeda. Ada 7 jenis eczema yang pernah saya baca. Salah satunya ya dermatitis atopik yang lagi diderita Zaynab ini. Untuk jenis lainnya silahkan pelajari sendiri ya. Saya kurang ahli merangkum hal-hal diluar kapabilitas saya. Uhuk. Alias males.

10 Juni saat pemeriksaan di dermatologis

3. Faktor pemicu
Aneka ragam faktor pemicu munculnya eczema bergantung pada respon tubuh masing-masing. Secara garis besar eczema kambuh  karena dipicu oleh lingkungan sekitar. Bisa karena debu, polusi, asap rokok, dan lain-lain. Bisa juga karena makanan tertentu seperti turunan susu sapi, kacang-kacangan, berry-berryan dan lain-lain.

Nah yang perlu kita ingat, respon tubuh setiap orang akan berbeda reaksinya. Waktu kambuh eczema setelah terpapar faktor pemicu pun bisa berbeda. Jadi coba diperhatikan dengan seksama. Dan hindari membanding-bandingkan satu individu dengan individu yang lain ya. Misal:

"Anak temen saya eczema juga karena makan ayam suntik. Kamu kebanyakan makan ayam suntik kali!"
Padahal keluarga kita ga punya riwayat alergi ayam suntik.

Langkah awal mengenali faktor pemicu menurut saya, cari tau riwayat kesehatan keluarga kita. Jangan keluarga orang lain hehehe. Karena biasanya ini mah ya, faktor pemicunya suka sama.

Baca Juga: Eczema Zaynab dan Dermatologis

4. Treatment
Selain respon tubuh yang berbeda, jenis peradangan yang berbeda, hingga faktor pemicu dan lamanya eczema menyerang seseorang yang juga bisa berbeda, ternyata treatment masing-masing orang pun berbeda.

Memang secara umum, prosedurnya sama, namun dalam perjalanannya akan ada perbedaan treatment yang dilakukan bergantung pada:
- Lamanya eczema meradang
- Obat yang sudah diberikan
- Riwayat kesehatan dan alergi di dalam keluarga
- Tingkat keparahan kulit yang mengalami peradangan

19 Juni sisa warna gelap di titik eczema nya

5. Imunitas dan Steroid
Bisa dikatakan, penyakit eczema merupakan penyakit yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh. Tidak ada penyebab yang pasti dan pengobatan yang jelas.

Karena eczema terkait kekebalan tubuh, maka tak heran setiap individu memeliki reaksi yang berbeda terhadap faktor pemicu ataupun treatment yang diberikan. Karena semua bergantung imunitas tubuh masing-masing.

Lalu apa hubungannya imunitas dengan steroid?

Jadi katanya, setiap penyakit yang belum ada obatnya, steroid merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi keluhan terhadap sebuah penyakit. Seperti eczema yang jika dibiarkan maka rasa gatalnya akan membuat kita ingin menggaruk berkepanjangan. Dan efek sampingnya membuat kulit mengalami peradangan terus menerus. Jika kulit terus meradang, virus dan bakteri dengan sangat mudah masuk dan menyerang.

Baca juga referensi di Milis Sehat biar kamu makin oke pahamnya. Karena bahasa saya mah belibet bahasa orang awam 😂.

Mulai provokasi Zaynab dengan lingkungan baru
Biar terbentuk imun tubuhnya
Abis dari sini? Ya eczemanya meradang lagi hehehe

Nah, jika sudah memperhatikan 5 poin di atas, harapannya ketika membaca treatment eczema yang dijalani Zaynab, kita bisa mengambil langkah-langkah pengobatan dengan bijak. Alias tidak mengikuti plek ketiplek seperti apa yang saya lakukan.

Karena apa? Karena masing-masing individu itu berbeda.😉

Saya ulang-ulang terus soal ini ya, bahwa tiap individu itu berbeda. Resep dokter aja belum tentu cocok, apalagi rekomendasi orang lain. Tapi ya memang harus siap-siap rajin observasi sih sampe nemu yang cocok 🙈.

Bayi yang suka bersin bisa jadi indikasi awal bayi sensitif
Bisa juga karena reaksi alergi dari paparan lingkungan

Apa saja treatment eczema Zaynab?
Bagi yang pernah membaca tulisan saya sebelumnya tentang eczema Zaynab, pasti tau donk gimana ketar ketirnya saya menghadapi eczema Zaynab yang tak kunjung membaik. Padahal nasehat dan resep dokter saya jalankan sesuai panduan. Meski sempat krisis kepercayaan terhadap dokter, saya tetap menjalani apa yang disarankan dokter.

Memang setelah peristiwa salah resep, saya jadi termotivasi untuk membaca lebih lanjut tentang eczema. Selain itu, saya juga jadi dipaksa memahami alur cerita meradangnya eczema Zaynab.

Yang membuat saya:

1. Meyakini bahwa tak ada penyakit yang tak ada obatnya, sehingga terus lakukan ikhtiar dan petik pelajaran dari pengalaman orang-orang
2. Selalu observasi lingkungan sehingga ngeh setelah terpapar apa eczema Zaynab kembali meradang
3. Meyakini kandungan ASI itu rasanya percis apa yang kita makan
4. Jadi tau bahwa setelah makan makanan alergen, rasa ASI tidak disenangi Zaynab
5. Kita yang paling tau, dokter hanya menyarankan berdasarkan keilmuannya.
6. Second, third, forth bahkan fifth opinion itu perlu agar tak gegabah memberikan obat

Provokasi makanan buat liat reaksi tubuh Zaynab
Seberapa toleran Zaynab dengan ASI setelah Uminya konsumsi makanan alergen

Saya  berharap semoga teman-teman pembaca yang nyangkut di blog saya ini tidak mengalami kebingungan seperti saya atau bahkan kasus salah resep.

Oke oke ... Berikut treatment nya Zaynab.

Treatment Saat Meradang Akut
Meradang akut versi saya untuk kasus Zaynab:
👉 Kulit merah gelap, mengeluarkan cairan bening, rasa gatal parah.

Treatmentnya yaitu: (aplikasikan berurutan)
1. Antibakteri oles
2. Corticosteroid (hydrocortisone 1%)
3. Ceramide atau pelembab

Treatment Saat Meradang Biasa
Dengan ciri👉 kulit merah terang, tidak mengeluarkan cairan, gatal ringan.

Treatmentnya yaitu: (aplikasikan berurutan)
1. Alclometasone 0.05 %
2. Ceramide atau pelembab
3. Petrolleum jika kulit masih kering setelah diberi ceramide untuk mengikat kelembaban kulit

Kalo tidur, tangannya diikat untuk mengurangi garukan
Saya masih menghindari pemberian antihistamin

Berteman dengan Eczema
Eczema bukan penyakit berbahaya. Namun jika dibiarkan, bisa membahayakan. Kenapa? Karena bisa memudahkan bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh kita yang bisa menjadi penyebab munculnya penyakit lain.

Meskipun bukan penyakit berbahaya, eczema bisa mengundang kepanikan dan mengganggu psikis. Karena eczema penyakit yang terlihat dan bisa menimbulkan reaksi sosial yang jika kita menolak memiliki penyakit tersebut, hanya akan menambah beban mental kita yang juga bisa berefek pada eczema itu sendiri. Sehingga, berteman dengan eczema merupakan langkah awal dalam mengobati eczema.

Meski belum tiap hari, Alhamdulillah Zaynab makin bisa dibiarin tidur dengan tangan bebas ikatan

Semoga buat teman-teman yang memiliki eczema atau anaknya terkena eczema bisa menemukan treatment yang adem di hati ya.

Kalo keluarga kamu punya riwayat atopik (alergi, asma, dan rhinitis), 50% kemungkinan kamu bakal punya anak atopik juga. Jadi be ready aja. Jinakkan eczema dengan berteman dengannya. Biar ga pake panik kaya saya di awal 🙈.

Yang pasti, kemunculan eczema memang tidak bisa dihilangkan 100%. Namun bisa di manage sehingga dia tidak meradang parah.

Kondisi saat ini
Setelah melalui perjalanan yang ga sepanjang Kirana Retno Hening (saya ga mau ya Allah 😭), alhamdulillah meski masih sering meradang. Paling tidak saya bisa melewatinya dengan agak sedikit tenang bertemankan steroid. Tapi, berteman dengan steroid bukan berarti memberikan steroid tanpa panduan ya.

Columbus, 22 Juli 2019

Jalan-jalan ke Dermatologis

Tulisan ini lagi diperbaiki

Maaf atas ketidaknyamanannya ya 🙏🤗

Alergi dan Eczema

Mohon maaf, tulisan di artikel ini lagi diedit 😁


Eczema Pada Bayi 2-6 Bulan

Sabtu, 20 April 2019
Gayung pun bersambut. Itulah yang saya rasakan. Allah izinkan saya menenangkan hati lewat cara yang tak bisa saya gambarkan dengan kata-kata.

Sebelum Eczema Menyerang
Pelipis Zaynab sudah berair tapi tidak menggagu aktivitasnya

Eczema Zaynab, Ujian Saya
Beberapa hari terakhir, saya memang kehilangan ketenangan jiwa dalam menghadapi eczema Zaynab. Hampir setiap hari saya menangis yang sedikit banyak berefek pada produksi ASI. Tentunya saya tidak mau kondisi ini terus menerus berlarut.

Zaynab terindikasi eczema di usia 2 bulan. Namun baru memperoleh diagnosa dokter di usia 4 bulan. Dari usia 4 bulan hingga sekarang 16 hari menjelang usia 6 bulan (tulisan ini masuk draft tanggal 12 April 2019), sepuluh hari terakhir adalah hari-hari yang cukup berat untuk saya karena Eczema Zaynab semakin parah.

Awal Mula curiga Eczema
Tapi belum terdiagnosa

Kita pasti akan memperoleh ujian hidup dari Allah. Dan hal utama yang selalu saya damba ketika memperoleh ujian adalah Allah karuniakan saya ketenangan jiwa dalam menghadapinya. Termasuk ketenangan jiwa yang tak perlu merasa permasalahan saya lebih berat dari permasalahan orang lain. Alias saya bisa selow dan let it flow ...

Membuka Mata, Temukan Inspirasi
Perlahan tapi pasti. Allah menggiring saya dalam pikiran melalui penglihatan saya akan sebuah kesyukuran dan keikhlasan dalam menjalani hidup melalui orang-orang disekitar saya. Dan bagi saya, tidak mudah memperoleh inspirasi dari sekitar mengingat saya agak sedikit sulit menerima masukan atau sejenisnya ketika menghadapi masalah.

Belajar dari pengalaman hamil lalu, ketika saya merasa putus asa dalam menjalani kehamilan saya yang cukup berat, Allah tunjukkan secara langsung beberapa orang teman yang diuji sulit memperoleh keturunan. Ya! Di waktu yang berdekatan dengan dirawatnya saya di rumah sakit, 4 orang teman saya mengalami keguguran. Saat itu rasanya saya dipenuhi rasa berdosa dan kebodohan yang teramat sangat karena sempat berfikir yang macam-macam akan kehamilan saya.

Tidak mau menjadi orang bodoh lagi, untuk ujian eczema nya Zaynab ini, saya berusaha sekuat tenaga untuk bisa membuka mata terus menerus agar bisa memetik hikmah dari orang-orang sekitar saya. Mereka adalah inspirasi saya. Semoga Allah mengirimkan kemudahan bagi mereka atas setiap masalah yang mereka hadapi. Aamiin.

Sebelum insiden berdarah
Pelipis mulai merah karena mulai digesek dan digaruk

You Never Walk Alone!
Alhamdulillah, saya bukanlah satu-satunya orang yang tengah berjuang menjalankan ujian hidup. Setiap manusia pasti memiliki ujian sendiri-sendiri. Dan Allah perlihatkan satu persatu orang-orang yang dengan tegarnya menjalani ujian hidup yang menurut saya jauh lebih berat dari apa yang saya alami saat ini.

Diantara mereka, ada yang sedang bersabar menanti perkembangan pencernaan anaknya, berjuang merawat batitanya yang eczema di saat sedang hamil tua, dan ada yang terkaget mendapati anaknya terkena impetigo. Melihat bagaimana mereka mengelola emosi dalam menghadapi permasalahan ini membuat saya tersentak untuk tidak berputus asa atas rahmat Allah ta'ala.

Meskipun berat dan sudah saya coba terus menerus mengingat esensi dari sebuah ujian adalah keikhlasan dan kesabaran. Namun tetap pada prakteknya sungguh sangatlah berat. Yang awalnya saya optimis bisa berlapang dada dan tegar menjalani kehidupan ke depan setelah mengetahui Zaynab terkena eczema, baru 1 bulan berjalan saya berasa ambruk. Astaghfirullah.

Naik turunnya rasa optimis ini memang manusiawi. Hanya saja saya khawatir, sikap yang saya ciptakan dalam menghadapi masalah ini menggiring saya jadi pribadi yang menolak informasi, nasehat ataupun interogasi dan intervensi. Kenapa bisa begitu? Karena saya sepertinya masih berjuang untuk bisa menerima kondisi yang sedang saya hadapi sekarang. Alias belum 'acceptance'.

Pasca insiden berdarah
Kondisi masih ramah mata seolah tidak kena eczema
Perhatikan tangan Zaynab. Itu eczema

Saya pun mencoba melihat kembali pengalaman pribadi saya menjalani amanah bersama anak-anak yang speech delay. Saya yang saat itu lebih sering berputus asanya ketimbang optimisnya tidak ingin masuk ke dalam situasi serupa untuk saat ini. Saya sangat menginginkan diri ini memiliki sikap optimistik dalam menjalankan amanah baru ini. Karena berputus asa dari rahmat Allah tentulah tidak baik. Dan saya masih terus belajar.

Agar tidak berlarut dalam masalah dan merutuki kegelapan, saya pun memberanikan diri untuk berbagi secuil tentang eczema dari sudut pandang saya. Entahlah akan bermanfaat entahlah tidak. Saya niatkan tulisan ini untuk menghibur para orang tua lain yang barangkali sedang berjuang merawat bayi eczema.

Fakta-fakta Eczema Pada Bayi
Ketika eczema menimpa orang dewasa, kesadaran untuk menggaruk dan konsekuensi setelahnya tentu sudah ada. Berbeda dengan bayi, yang belum mengerti apa-apa melainkan hanya menggaruk dan menggaruk.

Saat tummy time masih bertahan tanpa menggaruk

Uniknya, eczema menstimulus kemampuan menggaruk Zaynab lebih cepat dari bayi-bayi yang lain 😅. Usia 2 bulan Zaynab sudah bisa menggaruk dengan nikmat dan khusyu. Sehingga, sejak hasil garukannya memperparah kondisi kulitnya, pembendongan terhadap Zaynab lebih digiatkan.

Fakta lainnya eczema pada bayi yaitu, terbatasinya kebebasan eksplorasi bayi terhadap sekitar. Kenapa? Karena distraksi rasa gatal yang disebabkan oleh eczema. Dan salah satu cara yang bisa kita lakukan agar anak tetap bisa eksplor untuk melancarkan stimulusnya, dengan mengikuti ritme tubuh dan ketertarikan yang anak tunjuki. Untuk Zaynab, sejak usia 4 bulan dia sudah sangat senang eksplor dengan di tatah 😅. Ga usah ngomong tahap perkembangan ya ... pliiiis!

Fakta dibalik pemotretan Zaynab
Ruk garuuuuuk

Nah, karena hal ini lah akhirnya ibu dengan anak eczema harus sangat sadar diri bahwa dirinya kekurangan waktu untuk melakukan aktivitas rumah tangga lainnya. So, jangan tanyakan kapan me time ya 😆😅. Jawabannya, nyaris ga ada. Jadi ya harus legowo dan lapang dada meskipun tentunya itu sulit 😥.

Penyebab Eczema
Berdasarkan penjelasan dokter yang menangani Zaynab, eczema hingga saat ini belum diketahui apa penyebabnya. Tapi eczema muncul karena faktor alergi yang dimiliki oleh seseorang. Dan hal ini berdampak pada pengobatan untuk penderita eczema ini. Sehingga seringnya obat penderita satu dengan yang lainnya bisa jadi berbeda.

Berdasarkan info lain yang bertebaran di rumah nya Om Google, eczema disebabkan oleh faktor alergi. Namun karena alergi itu sendiri tidak diketahui penyebabnya apa, maka eczema pun tidak diketahui apa penyebab pastinya. Dokter hanya menyampaikan bahwa eczema adalah faktor lucky atau unlucky nya kita 🙄. Oke baiklah 😅😂 Zaynab lagi kurang beruntung nih 😁

Ciri-ciri Eczema Muncul
Untuk kasus Zaynab, sensitifitas kulit Zaynab sudah terlihat pasca Zaynab keluar dari NICU. Terutama setelah rambutnya dicukur. Kulit Zaynab langsung berubah berkerak terutama bagian kepala dan pelipis dekat telinga. Khusus pelipis juga disertai cairan bening yang terkadang mengering terkadang basah.

Setelah kami konfirmasi, dokter menyatakan bahwa hal di atas bukanlah gejala dari eczema. Namun dengan gejala di atas, eczema yang memang sudah ada di tubuh Zaynab ke trigger. Dan kondisi diperparah setelah Zaynab mulai bisa menggaruk.

Penanganan Yang Dilakukan
Saya berfikir permasalahan kulit Zaynab tadinya hanyalah permasalahan kulit bayi yang biasa terjadi. Sehingga saya hanya mengoles-oles mineral oil (baby oil) setiap kali Zaynab beres mandi. Hal ini saya lakukan sudah atas saran dokter saat appointment 1 bulan. Appointment 2 bulan, kulit kepala Zaynab terlihat perubahan. Tapi tidak untuk wajah sehingga Zaynab dianjurkan petrolleum jelly untuk wajah dan badannya. Selain itu, dokter memberikan resep moisturiser cream tambahan.

Menjelang usia 3 bulan, wajah Zaynab jadi sering memerah terutama setelah terpapar udara luar yang memang sedang dingin. Saya sudah curiga kalau Zaynab alergi dingin seperti saya. Sempat terlintas eczema tapi saya coba tepis dan saya pun sebenarnya tidak terlalu paham apa itu eczema. Saya berfikir wajah Zaynab hanya akan memerah seperti halnya reaksi kulit saya terhadap udara dingin.

Masih ramah dilihat ya fotonya

Jadwal appointment selanjutnya masih 1 bulan lagi, yaitu appointment 4 bulan. Sehingga saya menyabar-nyabarkan diri untuk menindaklanjuti kondisi kulit wajah Zaynab ini. Tapi qadarullah, 1 minggu menjelang appointment, wrap Zaynab berhasil dia lepas saat saya sedang tertidur pulas. Dan saat saya bangun, setengah wajah Zaynab sudah dipenuhi darah 😭.

Kondisi inilah awal mula memburuknya eczema Zaynab. Kondisi saat itu tidak memungkinkan saya membawa Zaynab walk in appointment. Sehingga sekitar kurang dari 1 minggu kulit Zaynab hanya saya treatment biasa. Sempat berfikir mau kasih Betadine sebagai antiseptik tapi saya khawatir. Jadilah hanya di kompres dan memastikan tangan Zaynab tidak menggaruk lagi.

Zoom out 1
(Bagian ini sekarang melebar 😢)

Akhirnya, saat appointment 4 bulan, dokter bilang memang benar Zaynab terkena eczema dan kulitnya sudah infeksi. Jangan tanya gimana perasaan saya. Rasanya udah kebal ngadepin kaya ginian sepanjang hamil, lahiran hingga sekarang ngerawat Zaynab lucu ini 😘😘😘. Cuma bisa bilang la hawla walakuwwata illabillah ..

Jadilah Zaynab diresepkan hal berikut ini:
1. Antibiotik oles 1%
2. Antibiotik minum untuk 10 hari
3. Cerave sebagai moisturiser creamnya

Zoom out 2
Bagian ini warnanya selalu merah pekat
(2 aja zoom out nya ... ga tega saya 😭)

Lalu ...
Seharusnya, Zaynab diminta kembali ke dokter minggu depannya. Tapi karena Abinya sedang ke Indonesia dan ZaZi sekolah, jadilah baru 2 minggu setelahnya kita kembali untuk pantau eczema Zaynab.

Di appointment ini, Zaynab diberi treatment baru lagi.

1. Antibiotik oles 1%
2. Hydrocortisone max strength 1% untuk pemakaian 5 hari.

Alhamdulillah di hari ke 5 kondisinya membaik. Tidak merah lagi. Tapi dihari ke 6 kembali berair dan hari ke 7 kegaruk dan kembali memerah, merah dan merah.

Tampak depan
Gabungkan 2 gambar sebelum ini
Itulah penampakan Zaynab sejak 10 hari terakhir

Akhirnya saya buat appointment lagi dan dapet tanggal 12 April. FYI, setiap kali appointment, dokternya selalu berbeda. Entah mereja baca entah tidak riwayat pasien. Saya berhusnudzon saja. Dan di appointment yang ini, Zaynab diberi resep baru lagi.

1. Antibiotik oles 2% (sebelumnya 1%)
2. Antifungus 1%
3. Steroid oil yang hingga tulisan ini dibuat, obat ini belum di approve pihak asuransi.

Sehingga, dari tanggal 12 April lalu, hingga hari ini 19 April (seminggu), Zaynab masih menjalankan treatment yang belumlah ideal.

Kondisi Saat Ini
9 hari menjelang Zaynab berusia 6 bulan. Kondisi eczema belum membaik malah semakin melebar. Ketika menuliskan ini sesak didada masih sangat terasa. Tapi saya harus mampu mendokumentasikan perjalanan eczema Zaynab ini agar saya tidak lupa treatment apa saja yang sudah ditempuh. Dan tentunya saya berharap Zaynab segera menemukan penanganan dan pengobatan yang cocok.

Tangan diikat
Pelipis merah berair

Ingin mengeksekusi pengobatan ala Dr. Aron yang dituliskan reviewnya oleh teman saya. Tapi kondisi saat ini belum memungkinkan menempuh ikhtiar tersebut karena alasan yang tidak bisa saya sebutkan disini.

Cara membahagiakan diri

Curhat boleh ya ...
Dengan kondisi tangan yang sering diikat atau di wrap, kesempatan Zaynab untuk tengkurap menjadi sangat sedikit. Dan juga, saat Zaynab sedang asik bermain, tiba-tiba rasa gatal mengganggu dan mengalihkan semuanya.

Jujur, kondisi tersebut membuat iba rasanya hati ini. Tapi beginilah amanah yang saat ini Allah ta'ala percayakan kepada keluarga kami.

Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon ketulusan dan keridhoan teman-teman untuk mendoakan kesembuhan Zaynab. Semoga Allah segera angkat rasa gatalnya. Pulihkan kondisi kulitnya. Sungguh, rindu rasanya menciumi wajah Zaynab tanpa takut menyakiti dia.

Saya tau, cobaan ini mungkin belumlah seberapa dan tak patut dicurhati apalagi dikeluhkan. Doakan saya kuat dan ikhlas menjalani semua ini seperti halnya orang-orang terdahulu yang ikhlas dan tetap bersyukur atas rahmat Allah ta'ala.

Columbus, 19 April 2019

NB:
Sejak keluar usia 2 minggu hingga 2 bulan, Zaynab wajahnya memang sudah memerah dan berair tapi mereda sendiri. Menjelang 3 bulan bagian pelipis yang berair mulai memerah.

Sebelum tragedi berdarah, Zaynab rutin saya pakaikan minyak kelapa di kepala dan wajah yang memerah. Kulit yang kering saya balur cream pelembab khusus. Wajah yang berair saya oles cream dari dokter. Saya tidak terlalu memperhatikan apa saja yang saya gunakan. Mungkin disitulah letak kesalahan saya.

23 Februari 2019 tragedi berdarah
5 Maret appointment 4 bulan Zaynab plus konsul kondisi kulit
21 Maret cek eczema Zaynab
12 April cek eczema juga
25 April saya akhirnya bikin appointment lagi karena kondisi makin tak terarah. Sedangkan obat belum juga di acc insurance hingga saat ini

Semoga perjalanan ini segera menemu titik terangnya. Aamiin ...