MOM BLOGGER

A Journal Of Life

Image Slider

Tampilkan postingan dengan label tentang film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang film. Tampilkan semua postingan

5 Fakta Ajaib Dibalik Film Wonder

Kamis, 08 Maret 2018
Siapa yang sudah membaca buku dan atau menonton film 'Wonder'?


Ya, di tulisan sebelumnya saya memberikan sedikit ulasan tentang kisah 'Wonder' ini. Belumlah tulisan itu saya terbitkan, saya kemudian tertarik menuliskan fakta-fakta ajaib dibalik buku 'Wonder' yang kemudian difilm kan dengan judul yang sama ini.

Jujur saja, ketika menuliskan review filmnya, saya benar-benar ingin menuliskan review yang berbeda. Sebut saja review penuh makna, paling tidak bermakna untuk diri saya. Sehingga jadilah sebuah tulisan yang berjudul "Mengubah Mindset dengan Menonton Film Wonder".

Sejujurnya, sangat banyak draft tulisan yang saya buat terhadap semua film yang saya tonton, yang kisahnya menurut saya sangat bermakna. Sebut saja film 'Mengejar Hilal', "Critical Eleven", atau film India "Tumhari Sulu". Dimana film-film ini terasa begitu dekat dengan kehidupan saya.

Lalu kenapa tulisannya tidak diterbitkan? Karena saya kehilangan momen untuk menyelesaikan tulisan dan membuat saya lupa poin-poin pentingnya. Hehehe #shorttermmemory a.k.a keburu males 😅

Entah kenapa, cerita Wonder ini benar-benar membawa keajaiban. Saya ga berniat tadinya malah menulis review  Eh taunya malah nulis 2 judul untuk bahasan yang setema. Mungkin karena saya bener-bener dapet momen pas kali ya. Pas karena saya sudah diposisi sebagai orang tua. Entahlah 😅

Disaat saya benar-benar meresapi apa yang terdapat di dalam ceritanya, saya kemudian semakin takjub mendapati fakta-fakta setelah peluncuran bukunya. Sampai tak terasa, air mata saya mengalir ketika menonton liputan tokoh asli yang tak sengaja dikisahkan ini.

Saya mendapatkan infonya ketika sedang mencari-cari foto di Google untuk diunggah untuk tulisan review saya. Karena penasaran, jadilah kepo. Dan semakin terharu saya dibuatnya. Jadi tak hanya filmnya yang bikin haru, kisah dibaliknya dan kisah lain yang mengikutinya juga bikin haru.

Ga panjang-panjang deh dalam tulisan ini, langsung aja ya kita bahas singkat 5 fakta ajaib dari kisah Wonder.

1. Wonder ditulis berdasarkan kisah nyata?
R.J. Palacio, penulis novel 'Wonder' , menjawab bahwa penulisan bukunya bukanlah berdasarkan kisah nyata. Namun dia mengakui memang buku ini terinspirasi dari kehidupan nyata. Berawal dari pengalamannya bertemu dengan seorang anak seperti August Pullman (tokoh utama cerita Wonder) di sebuah toko es krim. Disana Palacio mendapati anaknya menangis setelah melihat wajah anak tersebut. Dari sanalah dia merasa terketuk untuk menuliskan kisah dari seorang anak penderita kelainan genetis yang kemudian tokohnya diberi nama August Pullman.

Keluarga Newman, Real Augie

2. Sosok  Asli August Pullman muncul sesaat buku Wonder diluncurkan
Tanpa di duga, ternyata apa yang di kisahkan Palacio di bukunya mewakili apa yang dirasakan oleh sebuah keluarga yang memiliki anak dengan penyakit genetis yang sama.

3. Beberapa kisah seolah menjadi hidup
Setelah kedatangan tokoh nyata dari August Pullman yang kemudian dikenal dengan nama Nathaniel Newman, ditemukan fakta bahwa apa yang digambarkan Palacio di dalam bukunya adalah kisah nyata Nathaniel.

4. Lirik lagu favorit
Palacio tidak menduga bahwa lirik lagu yang dia kutip di tulisannya merupakan lagu favorit Nathaniel yang selalu dinyanyikannya setiap hari ulang tahunnya.

5. Tautan usia 
Nathaniel dan Auggie (August Pullman) memiliki usia yang nyaris sama. Seolah cerita dibuat berdasarkan kisah nyata dari seorang Nathaniel. Padahal, semua terjadi secara tidak sengaja atau bisa dibilang keajaibanlah membuat kisah ini seolah nyata.

5 fakta ajaib ini seolah menyempurnakan buku Wonder ini menjadi benar-benar ajaib sesuai judulnya. Jadi, selain memiliki banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik, Wonder benar-benar membuka mata kita untuk melihat lebih bijak lagi dalam menjalani hidup. Bahwa hidup tak lagi persoalan benar atau salahnya, tapi persoalan seberapa manfaatnya kita.

"When given the choice between being right and kind, choose kind"

Columbus, 8 Maret 2018 

Mengubah Mindset Dengan Menonton Film 'WONDER'

Seorang anak penderita kelainan genetik meraih penghargaan dari sekolahnya sebagai tokoh yang mampu membawa perubahan. Dialah Auggie, anak lelaki berusia 11 tahun yang memiliki wajah tak seperti anak lainnya. Namun, ternyata dia mampu membawa perubahan terhadap apa yang orang pikirkan tentangnya.

https://m.sevendaysvt.com/vermont/wonder-promotes-kindness-with-schmaltz/Content?oid=10444482
Dari kiri: Nate Pullman, August Pullman,
Olivia Pullman dan Isabel Pullman

Setelah menjalani 27 kali operasi dibagian wajah akibat penyakit genetis yang dideritanya, Auggie harus memulai hidup bersama lingkungan baru. Tak lagi hanya bersama keluarganya, Ibu, Ayah, dan Via kakaknya, tapi bersama orang lain di luar sana. Yang kerap melayangkan tatapan jijiknya ketika melihat Auggie.

Merasa tertarik dengan kelas sains yang dimiliki sekolah yang direkomendasikan orang tuanya, Auggie memutuskan untuk memberanikan diri memulai bersekolah di sekolah umum. Ya! Selama ini Auggie bersekolah di rumah dengan homeschooling bersama ibunya karena alasan kesehatan dimana Auggie bisa menjalankan operasi 3 kali dalam satu tahun.

R.J. Palacio dan Cover Buku Wonder

Bertemu dengan orang-orang baru di lingkungan sekolahnya, Auggie mencoba menjalankan semua sugesti positif yang ditanamkan orang tuanya kepadanya. Salah satunya, sugesti untuk menganggap semua tatapan aneh orang terhadapnya adalah tatapan penuh kebanggaan dan penghargaan. 

Namun ternyata semua berjalan tak semulus apa yang dia harapkan. Kekecewaan demi kekecewaan terjadi. Yang akhirnya membuat Auggie kehilangan kepercayaannya kepada semua orang. Termasuk kepada keluarganya.
Bagi Auggie, dianggap sebagai orang biasa itu jauh lebih menyenangkan baginya. Tapi kenyataannya, Auggie harus menerima perlakuan orang tuanya yang dia rasa terlalu berlebihan. Seolah dia adalah orang yang tak biasa, dengan wajah yang juga tak biasa yang harus diberikan perhatian penuh karena dikhawatirkan akan melewati hari yang buruk, terutama saat menghadapi hari pertama masuk sekolah.

Dalam pikiran Auggie, memiliki hari pertama sekolah dengan pengalaman yang baik pasti akan selalu dialami setiap anak biasa, seperti kakaknya, Via. Sehingga, dia pun menjadi sangat sensitif ketika mendapati kenyataan bahwa hari pertamanya sangatlah menyedihkan. Dan keluarganya terkesan mendesaknya untuk bercerita pengalamannya di hari pertama sekolah.

August Pullman, Charlotte dan Jack

Di lain sisi, Via ternyata juga mengalami sebuah permasalahan serupa. Dimana, di hari pertama sekolahnya dia harus kehilangan sahabat kecilnya, Miranda. Karena Miranda lebih memilih bergaul dengan teman barunya yang terlihat high class. Namun, tak ada seorangpun yang mengetahui hari berat yang dialami Via di hari pertamanya sekolah. Dan disinilah konflik dimulai.

Film Wonder, yang kisahnya diangkat dari sebuah buku fiksi berjudul sama, 'Wonder', karya R.J. Palacio memang menghadirkan pemandangan khas permasalahan remaja di Amerika. Dimana setiap anak akan memiliki perasaan yang sama di hari pertama sekolahnya. Perasaan was-was memiliki hari yang buruk yang bisa saja menimpa siapa pun, orang biasa ataupun tak biasa seperti Auggie.


Saya, ketika menonton film ini, benar-benar hanyut dalam perasaan dan tebakan pikiran. Seolah digiring kembali memasuki dunia remaja, yang sedang mencari jati diri dan berlomba untuk sebuah eksistensi dan pengakuan. 

Ada 4 sudut pandang tokoh dalam cerita Wonder ini. Pertama, Auggie sebagai tokoh utamanya yang memiliki konflik karena kelainan yang dia derita. Kedua, Via kakaknya Auggie, yang memiliki konflik krisis perhatian dari orang tua. Ketiga, Jack teman baru Auggie di sekolah, si anak kurang mampu yang harus menjaga nama baiknya demi keberlangsungan beasiswanya. Dan terakhir Miranda, sahabat baik Via sejak kecil yang orang tuanya bercerai dan ayahnya nikah lagi.

Menghadirkan 4 sudut pandang dalam satu cerita membuat cerita Wonder ini syarat makna. Tak menghilangkan sedikitpun rasa penasaran ketika masing-masing tokoh bercerita dari sudut pandang mereka. Seolah cerita terkonfirmasi kebenarannya, tapi ternyata tetap saja, kita tidak bisa menebak alur dan endingnya (mungkin karena saya emang ga ahli nebak alur cerita kali yak 😅).
Menurut saya, sang sutradara berhasil menghidupkan goresan tulisan Palicio menjadi bernyawa. Dimana inti cerita sangat tergambarkan sempurna lengkap dengan esensi cerita yang ingin disampaikan Palacio di dalam bukunya. Meski tak semua bagian di film kan, tetap tidak mengurangi esensi cerita. Ada beberapa tokoh yang tidak ditayangkan, tapi lagi-lagi tidak mengurangi keindahan alur ceritanya yang khas drama keluarga.


Ada 7 pelajaran yang saya petik dari film 'Wonder' ini yang akan saya coba bagikan. Poin-poin ini murni opini saya yang saya tangkap tentang value yang coba disampaikan si penulis. 

1. Setiap manusia pasti memiliki masalah, tak peduli sebesar apapun masalah kita, tetap saja orang lain pun akan merasakan hal yang sama, yaitu "saya memiliki masalah besar/berat" 👉 pelajaran dari konflik Auggie dan Via

2. Kehidupan ini tidak melulu hanya soalan kita. Karena kehidupan itu adalah rangkaian cerita antara kita dan orang lain di sekitar kita. Yang akan membentuk sebuah cerita suka, duka, bahagia ataupun lara. Itulah hal yang harus kita sadari. Dan tanpa itu semua, hidup kita tidak akan bermakna 👉 pelajaran dari konflik Auggie di hari Halloween.

3. Mengalah sejenak untuk kemudian melihat lebih dekat kehidupan orang lain dan kemudian memetik hikmah terhadapnya seringkali membantu kita lebih bijaksana dalam menghadapi permasalahan kita 👉 pelajaran dari konflik batin Miranda.

4. Menjalani hidup bersama nilai-nilai positif tanpa sebuah rasa pamrih akan membuahkan hasil yang melegakan ketimbang hidup bersama gaya hidup yang penuh kepamrihan sebut saja demi sebuah eksistensi 👉 pelajaran dari konfliknya Miranda pasca summer camp.

5. Kekuatan sugesti bisa sangat membantu kita dalam mengatasi krisis kepercayaan diri dengan tetap terus membuktikan kelebihan diri kita dengan cara yang lebih elegan 👉 pelajaran dari konflik Auggie di hari pertama sekolah

6. Rasa sayang itu tak melulu berupa perhatian dan rasa iba. Terkadang butuh sentakan keras untuk 'menampar' orang yang kita sayangi agar mau melihat lebih luas tak sebatas dirinya dan hidupnya semata 👉 pelajaran dari konflik Via yang mendapatkan perhatian minim dari orang tuanya pasca kelahiran Auggie. 

7. Menjadi terasing itu tak selamanya buruk, karena tak selamanya memiliki banyak teman pun akan baik untuk hidup kita. Jadi nikmati saja takdir yang tengah membersamai kita hingga akhirnya orang lain menyadari kekeliruannya menjauhi kita 👉 pelajaran dari konflik Auggie dengan wajahnya yang tak sempurna dan konflik Via yang dijauhi sahabatnya Miranda.

Itulah sedikit ulasan tentang film Wonder beserta 7 pelajaran yang terdapat di dalamnya. Semoga bermanfaat dan 7 pelajaran yang saya petik ini membantu kita merubah mindset dalam menghadapi hidup dengan segenap persoalannya. 

Columbus, 6 Maret 2018


Oemar Said Tjokroaminoto: Belajar Hijrah

Selasa, 14 Maret 2017

Aktivitas selama sakit kemaren ya nonton pilem inspiratif. Hehehe ... Dari pada ga ngapa-ngapain sama sekali. Yekan yekan yekan yekan ...

Nah setelah SYTD, saya sama suami beranjak pada kisah biografi guru bangsa, bapak Raden H. Oemar Said Tjokroaminoto.

Film yang cukup berat buat saya yang tidak terlalu paham sejarah. Tapi menarik untuk saya yang menyukai kisah-kisah inspiratif.

Ada satu kata dalam film ini yang menjadi landasan utama pemikiran Tjokroaminoto. Hijrah!

Kata Hijrah ini merupakan nasehat dari kakek beliau yang dalam perjalanan politik beliau selalu dibayang-bayangi kata ini. "Kemana hamba harus berhijrah ya Allah ..." begitulah lebih kurang rintihan kebingungan Tjokroaminoto yang digambarkan dalam film ini.

Diawali dengan keperihan hati nya melihat penderitaan rakyat Indoesia dibawah jajahan pemerintah Belanda, Indonesia yang kala itu disebut negara Hindia Belanda ditindas. Tjokroaminoto gaduh. Hatinya berontak. Nuraninya menolak untuk diam.

Mulailah perlawanan yang dilakukan Tjokroaminoto dengan meminimalisir kekerasan dan mengedepankan ilmu dan wawasan. Memanfaatkan politik etis Belanda, perlahan mulai bermunculan para cendikia bangsa, pemikir yang mendedikasikan dirinya untuk menyelesaikan permasalahan bangsa.

Ah, film ini sungguh heroik menurut saya. Terlepas dari minim nya pengetahuan saya tentang sejarah. Tapi pesan yang saya mampu tangkap dalam film ini bahwa perjuangan lebih panjang umurnya dari sang pejuang itu sendiri. Jika setiap pejuang bangsa berorientasi hasil, mungkin tak bisa kita hidup dalam negri yang merdeka seperti sekarang.

Untuk kita yang saat ini tertakdir ada, berkarya tak peduli apa. Agar kedepan anak cucu kita bisa berbangga ... dan agar raga kita pun bisa menapaki surga. Aamiin ...

Columbus, 13 Maret 2017

Surga yang Tak Dirindukan: film review

Kemana aja baru nonton SYTD??????

Ga kemana-mana. Ada aja di bumi Allah ... hehehehe.... Maklum, bioskop ga segampang di Bandung. Pilem ini diputar jaman ane lagi di Payakumbuh, kota kecil yang belon punya bioskop. Ah tidak cukup penting membicarakan keberadaan bioskop. Nyok kita bicarakan soal ini pilem.

Apa kesan pertama saya saat menonton film ini? Drama!!! Eits, review ini catatan pribadi aja yaks. No offense.

Saya menyadari bahwa kehidupan ini memang drama adanya. Dan SYTD gambaran salah satu drama entah mirip kisah siapa. Gara-gara film ini, ibu-ibu muda kaya saya alhamdulillah memperkuat doa agar keluarga kecil kami tak diberi ujian berupa 'ini'.

Tapi ..... jika kita mau melihat dan menelisik pesan moral dalam film ini. Sungguh saya terenyuh. Bahwa benar, hidup tak selamanya urusan menghidupkan dongeng indah kita saja. Karena hidup adalah berbagi dan taat akan garis takdir yang sudah disuratkanNya. Jika kita melawannya, tunggu saja ke-cape-an nya.

Pernah naik roller coaster? Nah, kalo ga mau cape bin pusing bin takut, ilmu naik roller coaster ini kata papa saya ya pasrah. Ikuti kemana badan bergerak. Jangan dilawan. Rileks. Hadapi dan tataplah dunia. Disaat kita berhasil melakukannya, indah yang terlihat. Saya pernah melakukannya? Belum 🙈😁 Baru sekali naik roller coaster dan eike 100% merem dari kenyataan hidup😂

Dalam menghadapi kenyataan hidup tampaknya juga kita bisa memakai ilmu pasrah ini. Agar tidak terus-terusan menutup mata dari kenyataan yang harus dihadapi, dan agar tubuh kita lebih menikmati geraknya tanpa perlu kita lawan dengan rasa panik dan takut kita.

SYTD, memberikan kepada saya sebuah makna bahwa pasrah, atau ikhlas dalam menjalani hidup akan membawa kita pada arus hidup yang lebih indah. Paling tidak akan membawa kita pada kedekatan yang teramat dekat dengan Rabb kita, Allah swt. Sebaliknya, penolakan hanya berefek pada kesehatan karena tubuh melawan gerakan alaminya. Alhasil, cape dan biasanya terserang penyakit.

Berhusnudzon pada takdir Allah dan kembali meluruskan niatan hati yang sempat membelok dalam menjalani hidup itulah poin utamanya. Karena hakikatnya manusia itu lemah. Allah lah yang membuat kita kuat. Jika kita merasa hebat, maka istighfar lah ... karena hebat nya kita karena Allah yang mengkaruniakannya ...

Ah SYTD ... nonton pilem ini bikin saya ingat kembali mimpi saya yang ingin mendirikan rumah singgah ...

kemana ya Allah hidup ini akan Kau arahkan ... hamba pasrah ... lillah ... jagalah hamba dan keluarga hamba ... aamiin ...

Columbus, 12 Maret 2017